Seorang User Redmi Note 10 Pro Sebaiknya Tahu Ini

Xiaomi Redmi Note 10 Pro merupakan keluaran smartphone Xiaomi di tahun 2021 dengan layar Super AMOLED di harga yang cukup menggiurkan.

Maap click bait. Wkwkwk.. 

Malu aslinya, tapi harus disampaikan.

Udah kupikirkan dengan baik beberapa hari terakhir ini dan akhirnya aku sadar bahwa aku memang kayak yang kamu sebut "bucin" itu. Aku cuma terlalu malu dan gengsi buat mengakuinya bahkan kepada diri sendiri.
Padahal bagaimana orang bisa berubah lebih baik kalau belum mengakui sifat jeleknya?..
Aku bucin dengan segala gejala penyakit pikiran yg mengikutinya.. baik yang udah agak akut maupun yang baru mulai muncul: cemburu, insecure, gejala posesif, obsesif, berambisi, haus pengakuan dll.

Bukan cuma bikin illfeel dan ga nyaman di pihak kamu, yang lebih parah itu mulai ngeracun diriku sendiri. Mental dan fisik. Berat badan yang cenderung naik terus ini kayaknya dari stress yang akarnya dari situ juga. Ngerjain apa-apa pun jadi kurang fokus dan mendistraksiku dari yang seharusnya aku pikirkan dan kerjakan. Akhirnya justru makin menjauh dari tujuan, dan tiap kali sadar langsung down parah.

Aslinya aku paham semua yang kamu omongin tentang bucin, tentang harapan dsb., tapi aku sangkal sendiri.. Aku dulu jauh lebih ekstrim daripada kamu dalam hal anti-bucin 😂. Aku juga sebetulnya tidak suka terlalu berekspektasi walaupun selalu mencurahkan seluruh pikiran ke tujuan. Aku selalu paham bahwa kemungkinan terburuk bisa terjadi.

Makanya kalo dulu kita ngomongin itu bakal bisa nyambung tapi kemarin-kemarin aku bantah pakai mindset baru yang entah kapan aku bikin sendiri.

Aku merasa terancam kalo kamu ngomong tentang hal-hal itu. Dalam mindset baruku itu, jadi terlihat seperti kamu mau pergi. Kalo kamu bilang bahwa pacaran bisa gagal, yang aku tangkap itu kamu mengharapkan kegagalan itu sendiri. Dan aku pikir kalo berhenti bucin artinya aku memutuskan hubungan secara sepihak.

Jadi kangen diriku yg dulu.

Harap dimaklumi ya Ros. Aku ga se-berpengalaman kamu dalam hal ini.

Entahlah, dari segala jenis emosi, ini yg paling susah dipahami dan dikontrol.
Emosi yang lainnya kayak marah, sedih, senang, semua bisa kukendalikan dengan baik. Aku ga pernah meledak-ledak kalo di kondisi itu.

Aku sadar tapi belum terlalu ngerti bagaimana menjalani ini dengan rasional. Pengen jadi kayak sahabat baik sampai waktunya menikah nanti dan seterusnya. Bahkan andai gagal, bisa terus bersahabat dan ga jadi musuh.

Masih bisa jadi biasa aja kan ya? Kamu ga jadi benci hanya karena disukai, dan aku menyukai dengan sewajarnya dan se-rasional mungkin.

Gitu lah intinya 😑

-Still your biggest fan and supporter who is now trying to be a lover of my self.


Comments